Iklan

Pembaruan Kebijakan Iklan Taruhan di Brasil: 925.000 Pengguna Pilih Self-Exclusion

Pembaruan Kebijakan Iklan Taruhan di Brasil: 925.000 Pengguna Pilih Self-Exclusion

Brasil mengambil langkah maju dalam upaya menciptakan industri perjudian yang lebih bertanggung jawab. Baru-baru ini, Kementerian Keuangan melaporkan bahwa sekitar 925.000 orang telah mendaftar untuk program self-exclusion di sektor taruhan yang dikelola negara. Ini merupakan peningkatan dari 700.000 pendaftar pada bulan Juni, menunjukkan upaya nyata dalam meningkatkan perlindungan bagi konsumen dalam perjudian yang teratur.

Program Self-Exclusion: Menjaga Keamanan Konsumen

Program self-exclusion di Brasil memberi warga kesempatan untuk dengan sukarela mengecualikan diri dari semua layanan taruhan berlisensi. Cara ini dapat diakses melalui portal resmi pemerintah Brasil dan telah aktif sejak akhir tahun 2025. Mendaftar program ini memblokir nomor CPF pengguna dari membuat akun baru di operator yang legal. Selama masa pengecualian yang dipilih, pengguna tidak akan menerima promosi atau iklan dari penyedia taruhan. Periode pengecualian dapat dipilih mulai dari satu bulan hingga tidak terbatas dan tidak dapat diubah sebelum selesai. Menurut kementerian, inisiatif ini untuk mengurangi risiko ketergantungan dan beban finansial akibat perjudian.

Penerapan Aturan Iklan Taruhan Baru

Sebagai langkah tambahan dari program self-exclusion, pemerintah telah menetapkan aturan baru untuk iklan taruhan yang berlaku sejak 17 Juli. Iklan digital dari operator resmi wajib memuat salah satu pesan peringatan resmi seperti: “Kementerian Keuangan mengingatkan: Taruhan bisa bikin rugi”, “Kementerian Keuangan mengingatkan: Taruhan dapat membuat kecanduan”, atau “Kementerian Keuangan mengingatkan: Taruhan bukan investasi”. Pesan-pesan ini harus ada di semua iklan yang dibuat oleh operator sah di Brasil, bertujuan untuk menyebarkan kesadaran akan risiko yang datang dengan taruhan.

Batasan Tambahan pada Isi Iklan

Pemerintah juga menetapkan batasan lebih lanjut terkait iklan. Contohnya, penggunaan data pemenang jackpot besar untuk mendorong konsumsi taruhan dilarang. Selain itu, menciptakan kesan urgensi berlebihan untuk mempengaruhi pengguna memasang taruhan juga dibatasi. Narasi acara olahraga langsung dan komentar mengenai taruhan tidak diperbolehkan. Pemerintah merencanakan pembatasan lebih lanjut untuk konten iklan demi memastikan kebijakan perjudian yang lebih bertanggung jawab.

Dengan aturan baru ini, diharapkan dapat melindungi konsumen dari risiko perjudian seperti ketergantungan dan kerugian ekonomi. Peningkatan self-exclusion menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap risiko perjudian. Diharapkan, penerapan kebijakan baru mendorong tanggung jawab lebih dalam berjudi, serta meminimalkan dampak negatif industri taruhan. Pemerintah akan terus memantau efektivitas langkah ini dan kemungkinan melakukan penyesuaian lebih lanjut untuk mengoptimalkan perlindungan konsumen, serta memastikan bahwa industri ini berkembang dengan prinsip bertanggung jawab dan berkelanjutan.